Resiko Jantung Bocor Pada Bayi, Penyebab Dan Gejalanya

resiko jantung bocor pada bayi

resiko jantung bocor pada bayi

Salah satu hal yang paling berbahaya pada bayi adalah adanya resiko jantung bocor pada bayi. Bagi Anda para ibu hamil ada baiknya untuk leih berhati-hati saat menjaga bayi dalam kandungan Anda. Karena meskipun bayi tersebut terlindungi dalam perut Anda, tetapi ada pula berbagai macam bentuk hal yang menjadi resiko bagi kesehatan bayi dalam kandungan, termasuk mengenai resiko jantung bocor pada bayi tersebut.

Banyak diantaranya kaum wanita terutama ibu yang tidak mengetahui bahwa bayi dalam kandungan sangat rawan terhadap berbagai macam bentuk gangguan. Hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu yang biasanya mengalami penyakit hipertensi. Bagi Ibu yang mengalami jenis penyakit yang satu ini, cukup besar kemungkinannya bahwa anak yang dikandungnya dapat terkena penyakit jantung bocor tersebut. Untuk mengetahui hal ini secara lebih mendalam ada baiknya apabila Anda menyimak uraian penjelasan di bawah ini terlebih dahulu :

Penyakit Jantung Bocor Pada Bayi Dan Anak

resiko jantung bocor pada bayi

resiko jantung bocor pada bayi

Jenis penyakit yang satu ini biasanya akan menimbulkan adanya lubang pada salah satu bagian dari sekat jantung. Lazimnya keadaan ini sering disebut sebagai keadaan dari penyakit jantung bocor yang dinyatakan sebagai jenis penyakit bawaan pada bayi atau pun anak-anak. Penyakit ini bermula dari proses pembentukan jantung yang terjadi pada janin dalam kandungan ibu ketika masa awal saat mengalami kehamilan. Pada masa tersebut, biasanya formasi jantung dari bayi mulai terbentuk secara sempurna hingga akhir dari trimester kehamilan. Kemudian jantung tersebut akan membentuk kembali struktur dari kantong tunggal pada masa minggu keempat setelah masa kehamilan tersebut berlangsung.

Setelah itu pada minggu ke delapan kantong-kantong tersebut akan membesar secara bertahap , kemudian muncullah sekat yang akan memisahkan serambi dan juga bilik dari bagian jantung antara sisi kiri dan juga kanannya. Lalu terbentuklah empat bagian dari katup jantung yang dapat mengatur kerja aliran darah dari setiap rongga jantung menuju paru-paru dan juga seluruh bagian tubuh lainnya. Ketika bayi di dalam kandungan ibu, aliran oksigen dan juga karbon dioksida yang terjadi padanya dilakukan melalui adanya plasenta. Sehingga apabila terjadi jantung bocor pun, saat tersebut tidak akan menimbulkan berbagai macam bentuk masalah lainnya.

Namun apabila bayi lahir, tali plasenta yang membantunya tersebut akan dipotong, dan hal inilah yang dapat menunjukkan adanya masalah pada bagian jantung bayi tersebut atau pun tidak. Salah satu tanda yang paling mudah untuk dikenali apabila adanya resiko jantung bocor pada bayi tersebut adalah dengan mendengarkan suara bising yang ditimbulkan olehnya. Suara bising tersebut disebut sebagai murmur, dan hanya dapat didengar oleh dokter yang bersangkutan melalui stetoskopnya saja.

Dalam memastikan suara bising yang ditimbulkan tersebut, dokter biasanya akan memastikannya dengan melakukan rontgen jantung, kemudian melakukan EKG, dan juga pemeriksaan lainnya yang berhubungan dengan pemeriksaan jantung. Selain tanda berupa suara bising yang timbulkan tadi, biasanya terdapat tanda lain pula yang ditunjukkan melalui detak jantung yang kemudian tidak normal, lalu nafas pada bayi yang berjalan dengan pendek, keadaan sulit menyusui yang ditimbulkan akibat nafas pendek tadi, lalu adanya gangguan pertumbuhan lain serta kondisi kulit bayi yang juga ikut membiru.

Penyebab Dan Beberapa Tanda Yang Ditimbulkannya

Setelah mengetahui mengenai adanya resiko jantung bocor pada bayi dengan penjelasan yang sudah diuraikan pada bagian di atas tadi. tentunya akan membuat Anda bertanya apa saja penyebab dari adanya resiko tersebut, berikut ini beberapa bentuk penyebabnya :

Ibu hamil menderita penyakit campak

Ibu hamil melakukan aktifitas merokok, menghirup asap rokok, atau bahkan terkena polusi secara berlebih pada awal kehamilan

Ibu hamil mengalami sakit hipertensi atau darah tinggi

Ibu hamil terkena sinar rontgen atau bahkan polusi dari bahan kimia berbahaya lainnya.

Selain beberapa bentuk penyebab tersebut ada pula beberapa ciri yang menandakan resiko jantung bocor pada bayi, diantaranya :

Gejala sianosis

Terjadinya infeksi paru berulang-ulang

Nafas cepat

Berat badan sulit naik dan bahkan menurun

Tidak dapat beraktifitas seperti halnya anak lainnya.

450Untuk menghindari anak dari penyakit tersebut dan juga mengobati penyakitnya apabila sudah terserang Anda dapat memberikan multivitamin dati TNM sebagai obat herbal alami yang memang dapat dikonsumsi oleh semua usia bahkan tidak membahayakan bayi sekali pun. Untuk pemesanannya dapat dilakukan melalui http://vitaminjantung.com/.